Peningkatan Kapasitas Petugas P2-ISPA/PNEUMONIA dengan pendekatan Managemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) sebagai salah satu Kunci Utama Pelayanan Sesuai Standar
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Parama Tanjung Redeb sejak 16 hingga 18 Juni 2025 ini di buka secara langsung oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, H. Garna Sudarsono, A.Md.Kep. Dalam kegiatan ini beliau menyampaikan bahwa “kasus ISPA hingga saat ini masih menduduki peringkat 10 tertinggi penyakit di Fasyankes, namun dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun, baru kali ini pertemuan peningkatan kapasitas petugas dilakukan”. Hal ini menjadi latar belakang utama agar Managemen Program P2-ISPA/PNEUMONIA ini dapat dengan baik dilaksanakan sesuai standar. Terlebih dalam kurun waktu belakangan muncul kembali kasus-kasus yang dicurigai COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki tanda gejala mirip dengan Pneumonia.
Peserta dalam pertemuan ini adalah Tim P2 Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Tim Kerja Program P2-ISPA/PNEUMONIA Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, dan Penanggung Jawab Program P2-ISPA/PNEUMONIA di Fasilitas Kesehatan Kabupaten Berau (Rumah Sakit dan Puskesmas). Peserta diberikan paparan materi dan studi-studi kasus sesuai dengan kurikulum Jam Pelajaran dalam pertemuan yang terintegrasi mulai dari Konsep Kebijakan Program; Capaian Kinerja Program, Deteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Anak dan Dewasa, Konsep Dasar dan Aplikasi MTBS, Pencatatan dan Pelaporan Program, Pendekatan Psikososial Bagi Petugas, hingga Rencana Tindak Lanjut kinerja program yang akan dating.

Seperti diketahui, bahwa sepanjang tahun 2024 di Kabupaten Berau tercatat 253 kasus pneumonia balita dengan 95,26% di antaranya telah mendapat terapi antibiotik sesuai standar sebagai indikator kinerja utama dari Program ini. Namun, disisi lain masih ditemukan kendala dalam penerapan standar pelayanan MTBS di beberapa fasilitas layanan kesehatan primer terutama Puskesmas. Momen dalam kegiatan ini menjadi istimewa karena setelah lebih dari 5 tahun tidak pernah dilakukan pertemuan untuk memberikan peningkatan kompetensi petugas, pada tahun 2025 ini Program P2-ISPA/PNEUMONIA menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat Managemen Pelayanan, deteksi dini, serta tata laksana kasus ISPA/PNEUMONIA khususnya pada balita sakit secara komprehensif dengan pendekatan MTBS, serta menekan risiko peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat kasus Pneumonia di Kabupaten Berau.
Redaktur : Ns. Andy Nuriyanto
Penanggung Jawab Program : Mariati Mapun, A.Md.Kep
Kepala Bidang P2P : H. Garna Sudarsono, A.Md.Kep







