Berau, 14 Mei 2025 — Dalam rangka memperkuat peran strategis Bidan Koordinator (Bikor) dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta memperbaiki sistem pemantauan pelayanan kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Peran Bikor dalam Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) KIA Tahun 2025. Kegiatan berlangsung pada 14–15 Mei 2025 di Ruang Walidah, SM Tower Hotel & Convention, dan diikuti oleh 21 Bikor dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Berau.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bikor merupakan pilar penting dalam menjamin kualitas layanan KIA. “Hari ini kita memperkuat komitmen dan sinergi dalam pelaksanaan PWS KIA. Bikor adalah garda terdepan untuk memastikan bahwa pelayanan KIA sampai kepada masyarakat secara merata dan berkelanjutan,” ujar Lamlay.
Berbagai materi disampaikan oleh narasumber ahli dari berbagai bidang, termasuk Suhartini, SKM, MAP (Kabid Kesehatan Masyarakat), Tim Kerja Gizi, Tim Matneo, serta Tim Kerja Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara. Tim Kesga menyampaikan pentingnya integrasi data serta penguatan komunikasi dan koordinasi antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan agar pelaksanaan PWS KIA dapat berjalan lebih efektif dan responsif.
Salah satu sesi inspiratif dalam kegiatan ini menghadirkan Bikor dari Puskesmas Rawang Mangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai narasumber utama yang dinilai sebagai Bikor teladan. Ia memaparkan pengalaman praktik baik dalam implementasi PWS KIA, termasuk strategi penyeliaan bidan, pencatatan laporan berkualitas, serta kolaborasi lintas program yang berhasil menurunkan angka risiko kegawatdaruratan ibu dan bayi di wilayah kerjanya.
Para peserta juga mendapatkan pelatihan teknis terkait pencatatan di aplikasi Sigizi-Kesga, metode skrining layak hamil, serta pelaporan kematian ibu dan bayi dengan standar nasional. Diskusi interaktif dan studi kasus turut memperkuat pemahaman peserta mengenai peran dan fungsi Bikor dalam sistem pelayanan kesehatan primer.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau berharap seluruh Bikor dapat menjalankan peran pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara lebih optimal di wilayah masing-masing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di daerah.








